Papua memegang cadangan emas terbesar di Indonesia. Semuanya berada di Pegunungan Tengah, di sabuk lipatan hasil tumbukan lempeng Australia dan Pasifik: Grasberg–Ertsberg, Blok Wabu, dan emas aluvial Degeuwo di Paniai.
Halaman ini merangkum yang tercatat di peta kami untuk Papua: 3 lokasi emas terdokumentasi (1 produksi, 1 pengembangan, 1 tambang rakyat) dan 2 okurensi lain dari basis data USGS. Semua titiknya bisa dibuka langsung di peta interaktif.
Tumbukan lempeng Australia–Pasifik: Grasberg-Ertsberg, Wabu, Degeuwo — koridor Cu-Au terkaya di Indonesia.
Sabuk emas adalah jalur batuan tempat emas paling sering terbentuk. Di peta, sabuk ini digambar sebagai garis kuning putus-putus. Titik yang berada di dalam sabuk mendapat nilai lebih saat di-scan.
Cadangan emas terbesar dunia; 2026E ±900 ribu oz (turun ±35% pasca insiden)
Force majeure setelah lumpur basah 800 ribu ton menerjang Grasberg Block Cave (Sep 2025, 7 pekerja wafat). Restart bertahap tambang bawah tanah mulai Q2 2026.
±8,3 juta oz — salah satu deposit emas belum tergarap terbesar dunia
Prioritas hilirisasi pemerintah 2026; belum ada tambang beroperasi.
Rush emas rakyat sejak 2009; tanpa izin formal, rawan konflik.
Catatan lama dari basis data mineral USGS (MRDS), tanpa angka cadangan: Gunung Bijih Mine (Silver, Gold, Copper) · Big Gossan (Gold, Copper).
Pegunungan Tengah hampir selalu berawan dan lerengnya curam. Scan di sini sering hanya mendapat sedikit citra bersih, dan sebagian wilayah belum punya peta ketinggian 8 meter sehingga aplikasi memakai data 30 meter.
Arti tiap tanda dijelaskan di halaman titik emas.
Tidak ada satelit yang bisa melihat emas. Peta ini menunjukkan lokasi yang sudah terdokumentasi dan tempat yang secara bentuk lahan dan batuan layak diperiksa lebih dulu. Kepastian tetap dari survei lapangan dan uji laboratorium, dan kegiatan tambang wajib berizin.