PETA EMAS
PETA EMASpetaemas.com

Bagaimana PETA EMAS menentukan titiknya?

Pertanyaan yang paling sering masuk. Ini jawabannya dalam 6 langkah — termasuk bagian yang jarang diakui aplikasi sejenis: apa yang tidak bisa dilakukannya, dan jalur pembuktian resmi yang tetap harus ditempuh.

Satelit tidak bisa melihat emas. Emas di alam butirannya sehalus pasir, tertimbun tanah dan tertutup pohon. Yang dicari bukan emasnya, tapi tempat di mana emas biasanya terkumpul. Langkah 1: bongkar lembah purba dari data DEM. Cekungan palsu ditambal dengan priority-flood, tiap sel dihitung arah alirannya dengan D8, lalu akumulasi aliran ditelusuri. Langkah 2: baca warna batuan dari citra satelit beberapa tanggal. Piksel merah jejak oksida besi, biru lempung ubahan, kuning kena keduanya. Lingkaran kuning bernomor menandai kumpulan piksel yang konsisten lintas waktu. Langkah 3: sidik jari mineral dari satelit hyperspectral yang membelah cahaya jadi ratusan pita. Yang dicari oksida besi, kaolinit atau ilit, dan alunit. Hasilnya: penanda S untuk titik sampling sedimen sungai dan penanda P untuk titik target, dengan cincin berbeda per kelas H, T, dan V. Ini petunjuk, bukan bukti. Pembuktiannya lewat survei geolistrik, sumur uji dan bor, lalu uji kadar di laboratorium terakreditasi. Hanya untuk kegiatan eksplorasi berizin.

Buka peta Penjelasan teknis

Versi teks

Kalau gambarnya susah dibaca di layar kecil, isinya sama persis di bawah ini.

Satelit tidak bisa melihat emas

Emas di alam butirannya sehalus pasir, tertimbun tanah, tertutup pohon. Tidak ada satelit yang bisa memotretnya. Jadi yang dicari aplikasi ini bukan emasnya — melainkan tempat di mana emas biasanya terkumpul. Dan tempat itu bisa dihitung.

LANGKAH 1

Bongkar lembah purba

Engine server membaca data DEM, yaitu peta ketinggian permukaan bumi. Tapi data mentahnya belum ada gunanya. Yang membuat lembah purba kelihatan adalah algoritmanya:

Hasilnya, sungai purba zaman dahulu muncul kembali di peta — termasuk yang sudah rata tertimbun dan tidak kelihatan sama sekali dari atas. Emas itu berat; begitu arus melemah ia jatuh lebih dulu dan mengendap di dasar lembah tersebut.

LANGKAH 2

Baca warna batuan

Dari citra satelit di beberapa tanggal berbeda, engine mencari batuan ubahan — batu yang pernah terkena air panas dari dalam bumi. Itu pola yang biasa menemani sistem emas.

Atap rumah, halaman semen, dan jalan bisa terbaca mirip batuan ubahan. Karena itu kawasan permukiman sudah dikeluarkan lebih dulu memakai peta tutupan lahan dunia (ESA WorldCover), jadi tidak ikut menyala.

Ini penyaring awal, bukan bukti emas. Lahan terbuka dan bekas galian masih bisa ikut menyala.
LANGKAH 3

Sidik jari mineral

Kamera ponsel hanya membaca tiga warna: merah, hijau, biru. Satelit biasa belasan. Satelit hyperspectral membelah cahaya menjadi ratusan pita warna sekaligus. Tiap mineral punya pola serapan cahaya sendiri — sidik jarinya. Jadi mineral bisa dikenali dari luar angkasa tanpa menyentuh batunya.

HASILNYA

Arti hamparan kuning dan oranye

Di hasil scan ada hamparan berwarna kuning sampai oranye tua. Itu koridor lembah purba: tanah yang duduknya lebih rendah dari tanah di sekelilingnya (dibandingkan dalam radius sekitar 2 km). Bentuk seperti itu bekas lembah sungai lama, tempat butiran berat seperti emas dan kaksa timah terkumpul.

Warna ini bukan tanda ada emas atau timah. Artinya bentuk tanahnya cocok jadi tempat endapan terkumpul. Sudah diuji ke 4.086 kolong timah nyata di Bangka Belitung: 64% kolong berada di koridor seperti ini, sedangkan tanah acak hanya 10%.

K1, K2, K3 … (bulatan oranye) menandai titik paling dalam di tiap koridor. Angka meternya menunjukkan seberapa rendah titik itu dari sekitarnya.

HASILNYA

Arti titik target (P)

Semua bacaan tadi digabung, lalu dicek lagi: lahannya sudah digarap orang atau belum. Yang lolos keluar sebagai titik P1, P2, P3 … Huruf di cincinnya menunjukkan alasan titik itu dipilih.

Di scan emas:

Di scan timah ada kelas tambahan:

Di sebagian titik ikut keluar perkiraan kedalaman lapisan endapan. Angka itu dihitung dari bentuk lembah, bukan hasil ukur, dan hanya muncul kalau dua cara hitung memberi angka yang sama. Gunanya untuk memilih alat: cukup bor tangan atau perlu alat berat.

HASILNYA

Tanda lain di peta

Khusus scan timah di pesisir, ada juga tanda di laut: K biru toska untuk kanal di dasar laut, garis emas putus-putus untuk perkiraan lembah yang tertimbun di bawah laut, dan Z untuk zona kerukan yang masih aktif.

Setiap tanda bisa diketuk. Yang muncul adalah penjelasan singkat, apa yang harus dilakukan di titik itu, dan tombol Google Maps untuk menuju lokasinya.

Ini petunjuk, bukan bukti

Semua tadi hanya menyempitkan dari ribuan hektar menjadi beberapa titik yang masuk akal secara geologi. Itu saja, tidak lebih.

Pembuktiannya adalah kerja lapangan resmi, berurutan:

Gunanya PETA EMAS: Anda tidak membuang biaya survei untuk menyisir tempat yang geologinya memang tidak mendukung. Urutan kerjanya jadi jauh lebih murah, karena geolistrik dan bor diarahkan ke titik yang sudah disaring, bukan ditebar merata.

WAJIB BERIZIN. Layanan ini ditujukan untuk pemegang IUP/WIUP, badan usaha, konsultan, dan kegiatan eksplorasi resmi. Menambang di lahan tanpa izin melanggar hukum dan merusak lingkungan — kami tidak mendukungnya, dan hasil scan tidak boleh dipakai untuk itu. Pastikan status wilayah dan perizinannya lebih dulu sebelum melakukan kegiatan apa pun di lapangan.
Buka peta