Di Kalimantan emas dikenal dalam dua bentuk: urat di perbukitan pedalaman seperti Kelian dan Mount Muro, dan emas aluvial di dataran sungai seperti Kereng Pangi dan Monterado–Mandor yang sudah digali sejak abad ke-18.
Halaman ini merangkum yang tercatat di peta kami untuk Kalimantan: 5 lokasi emas terdokumentasi (1 produksi, 2 tambang rakyat, 2 historis) dan 5 okurensi lain dari basis data USGS. Semua titiknya bisa dibuka langsung di peta interaktif.
Busur Kalimantan (Oligo-Miosen): Monterado, Kelian, Mount Muro, Kereng Pangi, Batang Asai placer modern.
Sabuk emas adalah jalur batuan tempat emas paling sering terbentuk. Di peta, sabuk ini digambar sebagai garis kuning putus-putus. Titik yang berada di dalam sabuk mendapat nilai lebih saat di-scan.
Heap leach dekat perbatasan Malaysia.
Salah satu lanskap tambang rakyat terluas Indonesia; terpantau jelas dari satelit.
Distrik emas tertua Indonesia — kongsi penambang Tionghoa abad ke-18.
Produksi historis ±6 juta oz (1992–2004)
Salah satu tambang emas terbesar Asia Tenggara pada masanya; kini pasca-tambang.
Produksi berhenti; care & maintenance / PESK.
Catatan lama dari basis data mineral USGS (MRDS), tanpa angka cadangan: Mangani (Silver, Gold) · Riam Kanan River (Osmium, Iridium, Gold, Platinum) · Kelian Gold Deposit (Gold) · Cempaka-Danau Seran Paleochannels (Diamond) · Busang (Gold).
Dataran aluvial Kalimantan luas dan landai, jadi yang paling banyak bicara di sini adalah bentuk lembahnya. Koridor lembah purba (hamparan kuning sampai oranye) dan teras sungai lama sering lebih berguna daripada sinyal warna batuan.
Arti tiap tanda dijelaskan di halaman titik emas.
Tidak ada satelit yang bisa melihat emas. Peta ini menunjukkan lokasi yang sudah terdokumentasi dan tempat yang secara bentuk lahan dan batuan layak diperiksa lebih dulu. Kepastian tetap dari survei lapangan dan uji laboratorium, dan kegiatan tambang wajib berizin.