Banyak orang mencari "peta emas kuno" atau "peta emas zaman Belanda" dengan harapan menemukan lokasi yang dulu pernah digali. Logikanya masuk akal: batuan tidak pindah, jadi tempat yang dulu menghasilkan emas tetap berada di jalur emas yang sama.
Kami tidak menerbitkan pindaian peta kolonial. Yang ada di Peta Emas adalah dua hal yang lebih bisa dipakai: lokasi tambang tua yang tercatat, lengkap dengan sumbernya, dan bekas galian lama yang terbaca langsung dari bentuk tanah pada peta ketinggian 8 meter.
5 lokasi di peta kami tercatat sebagai tambang masa kolonial atau distrik emas yang lebih tua lagi.
Tambang emas legendaris era kolonial–ANTAM; tutup, kini situs sejarah + PESK sporadis.
Produksi historis besar era 1910–1941
"Batavia kecil" di hutan Bengkulu; kini PESK di terowongan tua.
Tambang era kolonial; prospek modern belum dikembangkan.
Distrik emas tertua Indonesia — kongsi penambang Tionghoa abad ke-18.
Distrik emas tua; sebagian tumpang tindih kawasan hutan.
4 lokasi lain berstatus historis karena produksinya sudah berhenti. Ini bukan tambang zaman Belanda, tapi sama-sama menunjukkan tempat yang terbukti pernah menghasilkan emas.
Produksi historis ±6 juta oz (1992–2004)
Salah satu tambang emas terbesar Asia Tenggara pada masanya; kini pasca-tambang.
Tutup 2004; kini area reklamasi + PESK.
Produksi berhenti; care & maintenance / PESK.
Produksi dihentikan; potensi restart belum pasti.
Di peta, lokasi-lokasi ini bisa disaring lewat tombol status Historis dan Tambang rakyat. Ketuk titiknya untuk melihat catatan dan sumbernya.
Lubang galian lama meninggalkan bekas di permukaan, walaupun sudah kering atau tertutup semak dan tidak terlihat di foto satelit. Di wilayah yang punya peta ketinggian nasional 8 meter, engine mengenali cekungan seperti itu dan menandainya sebagai bekas galian lama (titik abu kecil di hasil scan).
Penambang zaman dulu bekerja dengan alat sederhana. Yang mereka ambil adalah bagian yang paling kaya dan paling mudah dijangkau. Lembah di hilirnya, teras sungai di tepinya, dan urat yang lebih dalam sering tidak tersentuh. Karena itu distrik tua biasanya menjadi titik awal eksplorasi modern.
Terowongan dan lubang tua berbahaya: rawan runtuh, berair, dan kekurangan udara. Banyak juga yang sekarang berada di kawasan hutan atau wilayah izin pihak lain. Peta ini untuk riset dan perencanaan, bukan ajakan masuk ke lubang tua, dan kegiatan tambang wajib berizin.
Peta emas Sumatera · Peta emas Kalimantan · Peta emas Papua · Peta emas Jawa · Peta emas Sulawesi