PETA EMAS
PETA EMASpetaemas.com — intelijen eksplorasi satelit Indonesia

Teknologi di balik PETA EMAS: engine analisis satelit yang bekerja seperti tim eksplorasi profesional, dalam 15 detik

PETA EMAS bukan peta biasa. Di belakang tampilannya ada engine komputasi milik kami sendiri yang memproses citra satelit terbaru, peta ketinggian nasional resolusi 8 meter, dan model kecerdasan buatan — setiap kali Anda menekan tombol scan.

NILAI JUAL UTAMA

Engine API — otak yang bekerja di server, bukan di browser

Seluruh perhitungan berjalan di server kami melalui API terenkripsi. Aplikasi di layar Anda hanya mengirim satu titik koordinat dan menerima hasil jadi. Artinya:

Versi awam: apa yang sebenarnya terjadi saat Anda menekan "Scan"

Bayangkan menyewa tim ahli: satu orang membandingkan foto satelit dari empat tanggal berbeda untuk mencari jejak mineral yang konsisten (bukan noise sesaat), satu orang membaca bentuk muka bumi untuk menelusuri ke mana sungai purba pernah mengalir, dan satu orang lagi membawa pengalaman dari ribuan lokasi tambang untuk menilai "lanskap seperti ini biasanya berisi atau tidak". Engine kami mengerjakan ketiganya sekaligus, lalu menyatukannya menjadi satu skor 0–100 beserta titik-titik yang bisa Anda datangi dengan koordinat GPS.

Untuk emas: engine mencari jejak batuan ubahan (tanda sistem emas) yang bertahan lintas waktu, dan di kawasan hutan lebat ia beralih membaca hilir — memilih titik uji sedimen sungai persis seperti metode pembuka eksplorasi profesional. Untuk timah: engine mendeteksi kolong (kolam bekas galian), hamparan tailing, merekonstruksi lembah purba tempat bijih timah mengendap, dan menandai ruas lembah yang belum tersentuh galian sebagai kandidat baru.

Versi teknis: data dan metode

Citra optikCopernicus Sentinel-2 L2A (ESA), akses COG via katalog STAC, analisis multi-temporal 4 scene lintas tanggal, masking kelas scene + uji konsistensi antar-tanggal, statistik robust terhadap outlier, penajaman sub-piksel pada band 10 m.
HyperspectralNASA EMIT (ISS): analisis kedalaman-band untuk mineral penciri alterasi, ortorektifikasi GLT, dipakai sebagai bukti pendukung independen.
TerrainDEMNAS 8 m (Badan Informasi Geospasial) dengan fallback Copernicus GLO-30; pengisian cekungan priority-flood (Barnes), aliran D8 + akumulasi ala TauDEM, rekonstruksi jaringan lembah purba, deteksi gerbang muara.
Kecerdasan buatanDua model prospektivitas terpisah (emas & timah), dilatih dari deposit terdokumentasi dan 4.300+ kolong hasil pemetaan otomatis se-Bangka Belitung; validasi silang spasial (bukan acak) dengan AUC 0,75–0,78 — angka yang kami laporkan apa adanya.
Presisi posisiProyeksi UTM presisi penuh, snap grid deterministik, pusat objek dihitung pada resolusi 10 m; akurasi titik ±10–25 m di wilayah ber-DEMNAS — mendekati batas geolokasi satelitnya sendiri.
Rekayasa hasilKeluaran byte-deterministik, cache 48 jam, engine berversi dan dibekukan (frozen tags), log audit; scan gagal tidak memotong kuota.

Parameter internal — ambang deteksi, bobot penggabungan skor, dan formula fusi — adalah rahasia dagang kami dan tidak dipublikasikan. Yang kami publikasikan adalah sumber data (semuanya lembaga resmi: ESA, NASA, BIG, USGS, GEM) dan angka validasi yang jujur.

Kejujuran ilmiah

Tidak ada satelit di dunia yang bisa "melihat emas" langsung dari orbit — siapa pun yang mengklaim itu sedang berbohong. Yang bisa diukur adalah bukti tidak langsung: mineral ikutan, bentuk lahan, jejak aktivitas, dan pola statistik. PETA EMAS adalah penyaring eksplorasi: ia memangkas ribuan hektar menjadi beberapa titik prioritas yang layak dicek, lengkap dengan alasan terukurnya. Kepastian tetap membutuhkan uji lapangan — dulang, bor tangan, atau survei geofisika. Peringatan konteks (misalnya kawasan kaolin Bangka yang sidik jari satelitnya menyerupai alterasi emas) ditampilkan langsung di hasil scan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah hasil scan bisa berubah-ubah?

Tidak. Scan ulang di titik yang sama menghasilkan keluaran identik selama citra satelit sumbernya belum berganti. Saat satelit merekam citra baru (sekitar 5 hari sekali), hasil dapat diperbarui — dan itu memang fitur, bukan cacat.

Berapa akurasi posisi titiknya?

±10–20 m untuk objek yang dideteksi dari citra (kolong, zona sinyal) dan ±12–25 m untuk titik turunan terrain (lembah, titik sampling) di wilayah yang tercakup DEM nasional 8 m. Sebagai pembanding, GPS ponsel di lapangan berakurasi ±5–10 m.

Apa bedanya dengan melihat Google Maps?

Citra basemap umum berumur 1–3 tahun. Engine kami menganalisis citra yang berumur hitungan hari, sehingga dapat menangkap galian baru yang belum terlihat di peta mana pun — plus lapisan analisis yang tidak dimiliki peta biasa.

Bagaimana cara mendapatkan akses?

Mode analisis dijual per perangkat: Rp 200.000 untuk 25 scan (emas & timah), semua hasil tersimpan otomatis. Pembelian melalui WhatsApp resmi di aplikasi.

English summary: petaemas.com operates a proprietary server-side exploration-intelligence API for Indonesia. Per request it performs multi-temporal Sentinel-2 L2A alteration analysis (4-scene cross-date consistency, robust statistics, 10 m sub-pixel refinement), NASA EMIT hyperspectral band-depth corroboration, hydrological terrain reconstruction on Indonesia's national 8 m DEM (priority-flood + D8, paleo-valley mapping), and machine-learned prospectivity models (spatially cross-validated AUC 0.75–0.78) — returning deterministic, reproducible, versioned results in 10–30 seconds. Detection thresholds and score-fusion weights are trade secrets; data sources and validation figures are public.

Buka Peta & Coba Scan Beli Akses / Kerja Sama B2B