PETA EMASpetaemas.com — intelijen eksplorasi satelit Indonesia
Teknologi di balik PETA EMAS: engine analisis satelit yang bekerja seperti tim eksplorasi profesional, dalam 15 detik
PETA EMAS bukan peta biasa. Di belakang tampilannya ada engine komputasi milik kami sendiri yang memproses citra satelit terbaru, peta ketinggian nasional resolusi 8 meter, dan model kecerdasan buatan — setiap kali Anda menekan tombol scan.
NILAI JUAL UTAMA
Engine API — otak yang bekerja di server, bukan di browser
Seluruh perhitungan berjalan di server kami melalui API terenkripsi. Aplikasi di layar Anda hanya mengirim satu titik koordinat dan menerima hasil jadi. Artinya:
Realtime dan selalu segar. Setiap permintaan scan mengambil citra Sentinel-2 paling baru langsung dari katalog satelit (umur citra biasanya hitungan hari), bukan peta statis yang dibuat setahun sekali.
Deterministik — hasil bisa dipertanggungjawabkan. Scan ulang di titik yang sama menghasilkan keluaran yang identik byte-per-byte selama citra sumbernya sama. Setiap versi engine dibekukan dan diberi nomor; hasil hari ini bisa direproduksi.
Berlisensi per perangkat. Akses dijaga token kriptografis yang terikat ke perangkat. Satu kode, satu perangkat, kuota jelas, semua hasil tersimpan otomatis di riwayat akun.
Cepat. Analisis penuh — sampai dua belas citra satelit multi-tanggal, model aliran air, AI prospektivitas — selesai dalam 1–3 menit untuk titik baru; permintaan berulang dilayani dari cache dalam ~1 detik tanpa memotong kuota.
Siap integrasi. Engine yang sama dapat dilisensikan untuk kebutuhan perusahaan (survei internal, uji tuntas lahan, pemantauan wilayah). Hubungi kami untuk kerja sama B2B.
Versi awam: apa yang sebenarnya terjadi saat Anda menekan "Scan"
Bayangkan menyewa tim ahli: satu orang menggabungkan sampai dua belas foto satelit dari dua tahun terakhir (median per piksel) untuk mencari jejak mineral yang konsisten, bukan noise sesaat, satu orang membaca bentuk muka bumi untuk menelusuri ke mana sungai purba pernah mengalir, dan satu orang lagi membawa pengalaman dari ribuan lokasi tambang untuk menilai "lanskap seperti ini biasanya berisi atau tidak". Engine kami mengerjakan ketiganya sekaligus, lalu menyatukannya menjadi satu skor 0–100 beserta titik-titik yang bisa Anda datangi dengan koordinat GPS.
Scan Emas: memburu jejak yang bertahan lintas waktu
Emas hampir tidak pernah sendirian — sistem emas selalu "menodai" batuan di sekitarnya dengan mineral ubahan: oksida besi dan lempung hidrotermal. Noda itulah yang punya sidik jari cahaya dan bisa diburu dari orbit. Masalahnya: lahan terbuka, kelembaban, dan bayangan juga bisa menyaru. Jawaban kami adalah waktu.
Mata multi-waktuHingga 12 citra Sentinel-2 dari 2 tahun terakhir digabung per piksel (median lintas waktu). Sebuah piksel baru diakui sebagai zona sinyal bila jejak besi + lempungnya muncul konsisten di mayoritas tanggal — kelembaban sesaat, bayangan tipis, dan noise musiman tersapu sendirinya. Ambang deteksi dihitung statistik robust relatif terhadap area itu (bukan angka mati), sehingga hasil stabil dan artefak garis (jejak pesawat/sambungan citra) dibuang otomatis.
Sadar vegetasiHanya lahan yang cukup tersingkap yang dinilai — ambang vegetasi menyesuaikan diri per area. Hutan lebat tidak dipaksa "dibaca" (itu bohong namanya): engine jujur melapor berapa persen kotak yang bisa dianalisis.
Mode HutanKalau kanopi menutup ≥90% kotak, engine beralih ke metode pembuka eksplorasi jungle profesional: analisis aliran air di peta ketinggian (8 m bila tersedia) memilih sampai 5 titik sampling sedimen sungai — sungai yang daerah hulunya paling "panas" menurut sabuk emas, sesar aktif, dan AI. Emas dari bukit tersembunyi pasti tercuci ke hilirnya.
Konfirmasi hyperspectralDi area yang tercakup satelit NASA EMIT (285 band warna), mineral penciri sistem emas — oksida besi, kaolinit/ilit, hingga alunit — dikonfirmasi independen. Bukti langsung + konfirmasi mineral = kombinasi terkuat.
Skor yang melayani misi penemuan — bukan sekadar angka
Skor emas 0–100 dirakit dari tujuh komponen yang semuanya ditampilkan terbuka: sinyal satelit lintas-waktu, mineral EMIT, sabuk metalogenik, sesar aktif, AI prospektivitas, kebaruan lokasi (titik ≥15 km dari semua data emas lama justru diberi nilai — misi kami penemuan baru, bukan konfirmasi tambang orang), dan dominasi hutan (wilayah belum terjamah). Pagar kejujurannya keras:
Tanpa bukti langsung dari satelit, skor dibatasi 35 — konteks bagus saja tidak dijual sebagai temuan.
Sinyal di luar sabuk emas tanpa konfirmasi mineral diberi batas + peringatan tertulis.
Khusus Bangka Belitung: granit lapuk (kaolin + laterit) bersidik jari kembar dengan alterasi emas — engine menuliskan peringatan itu terang-terangan di laporan.
Titik dekat tambang yang sudah dikenal dilabeli "Area sudah dikenal" — bukan penemuan baru, dan kami bilang begitu.
Scan Timah: membaca yang tidak terlihat mata
Bijih timah (kasiterit) tidak memantulkan sidik jari cahaya apa pun — tidak ada satelit yang bisa "melihatnya" langsung, dan endapannya terkubur di dasar lembah. Maka engine timah kami bekerja seperti geolog plaser sungguhan: membaca bukti, bukan menebak warna.
Mata spektralKolong (kolam galian) dideteksi dari citra terbaru dan wajib konsisten di dua tanggal berbeda — bayangan awan dan banjir musiman tersingkir otomatis. Kolong BARU (baru muncul di citra terkini) ditandai terpisah: itu tanda area sedang digarap. Kolong kecil sampai ±300 m² tertangkap di resolusi 10 m, dan air keruh "susu" khas penambangan aktif punya aturan deteksinya sendiri.
Mata terrain 8 mDi peta ketinggian nasional 8 m, engine merekonstruksi jaringan lembah purba (jalur pengendapan bijih), menemukan cekungan bekas galian era lama yang sudah kering dan tertutup semak (tak terlihat satelit optik mana pun), serta mendeteksi teras purba — undakan tersembunyi bekas dasar sungai ribuan tahun lalu, tempat "kaksa darat" para penambang lama.
Memori 6.600+ kolongEngine membawa basis data hasil pemetaan otomatis seluruh Bangka Belitung: 6.663 kolong terverifikasi dua tanggal. Setiap titik rekomendasi dijamin berjarak aman dari SEMUA jejak galian yang diketahui — bukan hanya yang kebetulan terlihat di kotak scan Anda.
Hyperspectral EMITSingkapan granit ber-mika (tanda greisen, batuan induk timah primer) terbaca dari satelit hyperspectral NASA di stasiun luar angkasa — lalu diakumulasikan menyusuri daerah aliran: lembah yang hulunya "berpabrik" naik peringkat.
Titik rekomendasi berkelas bukti — bukan sekadar pin di peta
Setiap scan timah menghasilkan sampai 10 titik baru, masing-masing membawa kelas bukti dan alasannya sendiri, diurut dari yang paling bernilai:
T — Teras purba (titik darat). Undakan datar 2–15 m di atas lembah yang lembah tetangganya terbukti pernah digali: sungai yang sama yang menaruh bijihnya. Tidak terlihat mata telanjang — murni hasil analisis ketinggian 8 m. Dalam validasi kami, 99% kolong darat historis "ditemukan ulang" oleh detektor ini.
V — Lembah perawan. Ruas dasar lembah purba dengan perangkap sedimen (tempat mineral berat jatuh) yang jauh dari semua jejak galian — kandidat belum terjamah.
A — Di sela galian terbukti. Ruas bersih yang di hulu dan hilirnya sama-sama ada bekas galian pada alur yang sama; endapan kanal biasanya menerus.
D — Kulit/eluvial, B — perangkap sedimen, C — umpan greisen: kelas pendukung dengan syarat bukti masing-masing.
Lembah purba yang sudah rata tertimbun sedimen ("kaksa terkubur") digambar sebagai garis putus-putus dan diberi label jujur: jalurnya inferensi dari analisis aliran — kepastiannya butuh geolistrik atau bor.
Versi teknis: data dan metode
Citra optikCopernicus Sentinel-2 L2A (ESA), akses COG via katalog STAC, analisis multi-temporal sampai 12 scene terbersih dari 2 tahun terakhir (median per piksel), masking awan, air, vegetasi rapat dan kawasan permukiman (ESA WorldCover 10 m), uji konsistensi antar-tanggal, statistik robust terhadap outlier, penajaman sub-piksel pada band 10 m.
HyperspectralNASA EMIT (ISS): analisis kedalaman-band untuk mineral penciri alterasi, ortorektifikasi GLT, dipakai sebagai bukti pendukung independen.
TerrainDEMNAS 8 m (Badan Informasi Geospasial) dengan fallback Copernicus GLO-30; pengisian cekungan priority-flood (Barnes), aliran D8 + akumulasi ala TauDEM, HAND (Height Above Nearest Drainage) untuk deteksi teras purba, geomorfometri perangkap sedimen (gradien, relief hulu, pertemuan alur), rekonstruksi jaringan lembah purba + inferensi lembah tertimbun, deteksi cekungan galian era lama & gerbang muara.
Kecerdasan buatanDua model prospektivitas terpisah (emas & timah), dilatih dari deposit terdokumentasi dan 6.663 kolong terverifikasi dua-tanggal hasil pemetaan otomatis se-Bangka Belitung; validasi silang spasial (bukan acak) dengan AUC 0,75–0,78, sampel latih deterministik & dapat direproduksi — angka yang kami laporkan apa adanya.
Presisi posisiProyeksi UTM presisi penuh, snap grid deterministik, pusat objek dihitung pada resolusi 10 m; akurasi titik ±10–25 m di wilayah ber-DEMNAS — mendekati batas geolokasi satelitnya sendiri.
Rekayasa hasilKeluaran byte-deterministik, cache 48 jam, engine berversi dan dibekukan (frozen tags), log audit; scan gagal tidak memotong kuota.
Parameter internal — ambang deteksi, bobot penggabungan skor, dan formula fusi — adalah rahasia dagang kami dan tidak dipublikasikan. Yang kami publikasikan adalah sumber data (semuanya lembaga resmi: ESA, NASA, BIG, USGS, GEM) dan angka validasi yang jujur.
Kejujuran ilmiah
Tidak ada satelit di dunia yang bisa "melihat emas" langsung dari orbit — siapa pun yang mengklaim itu sedang berbohong. Yang bisa diukur adalah bukti tidak langsung: mineral ikutan, bentuk lahan, jejak aktivitas, dan pola statistik. PETA EMAS adalah penyaring eksplorasi: ia memangkas ribuan hektar menjadi beberapa titik prioritas yang layak dicek, lengkap dengan alasan terukurnya. Kepastian tetap membutuhkan uji lapangan — dulang, bor tangan, atau survei geofisika. Peringatan konteks (misalnya kawasan kaolin Bangka yang sidik jari satelitnya menyerupai alterasi emas) ditampilkan langsung di hasil scan.
Diuji terhadap sejarah, diaudit baris per baris
Setiap versi engine harus lulus backtest: hasilnya diadu dengan ribuan lokasi galian historis di kotak-kotak uji tetap. Versi terbaru mencatat nol titik rekomendasi yang jatuh di lahan yang ternyata sudah tergarap, dan detektor teras purba menemukan ulang 99% kolong darat historis. Verifikasi visual (hasil digambar di atas citra terbaru dan diperiksa mata manusia) serta uji determinisme byte-identik dijalankan sebelum setiap rilis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah hasil scan bisa berubah-ubah?
Tidak. Scan ulang di titik yang sama menghasilkan keluaran identik selama citra satelit sumbernya belum berganti. Saat satelit merekam citra baru (sekitar 5 hari sekali), hasil dapat diperbarui — dan itu memang fitur, bukan cacat.
Berapa akurasi posisi titiknya?
±10–20 m untuk objek yang dideteksi dari citra (kolong, zona sinyal) dan ±12–25 m untuk titik turunan terrain (lembah, titik sampling) di wilayah yang tercakup DEM nasional 8 m. Sebagai pembanding, GPS ponsel di lapangan berakurasi ±5–10 m.
Apa bedanya dengan melihat Google Maps?
Citra basemap umum berumur 1–3 tahun. Engine kami menganalisis citra yang berumur hitungan hari, sehingga dapat menangkap galian baru yang belum terlihat di peta mana pun — plus lapisan analisis yang tidak dimiliki peta biasa.
Bagaimana cara mendapatkan akses?
Mode analisis dijual per perangkat: Rp 500.000 untuk 10 scan (emas & timah), semua hasil tersimpan otomatis. Pembelian melalui WhatsApp resmi di aplikasi. Panduan lengkap dari pembelian sampai membaca hasil ada di halaman Panduan & FAQ.
English summary: petaemas.com operates a proprietary server-side exploration-intelligence API for Indonesia. Per request it performs multi-temporal Sentinel-2 L2A alteration analysis (per-pixel median of up to 12 cloud-screened scenes over two years, built-up land masked with ESA WorldCover, robust statistics, 10 m sub-pixel refinement), NASA EMIT hyperspectral band-depth corroboration, hydrological terrain reconstruction on Indonesia's national 8 m DEM (priority-flood + D8, paleo-valley mapping), and machine-learned prospectivity models (spatially cross-validated AUC 0.75–0.78) — returning deterministic, reproducible, versioned results in 1–3 minutes for a new location. Detection thresholds and score-fusion weights are trade secrets; data sources and validation figures are public.