Emas Jawa terkumpul di sisi selatan pulau, di pegunungan gunung api tua yang membentang dari Banten sampai Banyuwangi. Pongkor, Cikotok dan Tujuh Bukit semuanya berada di jalur ini.
Halaman ini merangkum yang tercatat di peta kami untuk Jawa: 6 lokasi emas terdokumentasi (3 produksi, 2 eksplorasi, 1 historis) dan 7 okurensi lain dari basis data USGS. Semua titiknya bisa dibuka langsung di peta interaktif.
Pegunungan Selatan Jawa sampai Sumbawa–Wetar: Pongkor, Cikotok, Tujuh Bukit, Batu Hijau, Elang, Onto/Hu'u, Wetar.
Sabuk emas adalah jalur batuan tempat emas paling sering terbentuk. Di peta, sabuk ini digambar sebagai garis kuning putus-putus. Titik yang berada di dalam sabuk mendapat nilai lebih saat di-scan.
Tambang bawah tanah skala kecil-menengah.
Produksi 2026 dijaga stabil; cadangan menipis (mendekati akhir umur tambang)
Tambang emas ANTAM tertua yang masih aktif.
Heap leach oksida; porfiri bawah ±28 juta oz Au ekuivalen (proyek TB Copper-Gold)
Studi porfiri bawah tanah berjalan — kandidat tambang raksasa berikutnya.
Porfiri dangkal kecil; studi berlanjut.
Eksplorasi lanjut; penolakan sosial-lingkungan kuat, izin diperdebatkan 2026.
Tambang emas legendaris era kolonial–ANTAM; tutup, kini situs sejarah + PESK sporadis.
Catatan lama dari basis data mineral USGS (MRDS), tanpa angka cadangan: Tjilatjap Beaches (Platinum, Gold) · Mt. Muro (Silver, Gold) · Gunung Pongkor (Silver, Gold) · Prima Lirang Wetar Island (Gold) · Pengolahan Dan Pemurnian Logam (Silver, Gold) · Lerokis (Gold) · Kelian (Gold).
Jawa padat penduduk. Kawasan permukiman dikeluarkan dari analisis supaya atap dan halaman rumah tidak terbaca sebagai batuan ubahan, dan titik target dijauhkan dari lahan yang sedang digarap.
Arti tiap tanda dijelaskan di halaman titik emas.
Tidak ada satelit yang bisa melihat emas. Peta ini menunjukkan lokasi yang sudah terdokumentasi dan tempat yang secara bentuk lahan dan batuan layak diperiksa lebih dulu. Kepastian tetap dari survei lapangan dan uji laboratorium, dan kegiatan tambang wajib berizin.